Penggunaan Materai Rp. 6.000 & Rp. 3.000 terkait dengan UU No. 10. Tahun 2020 tentang Bea Meterai Rp. 10.000

Per tgl 26 Oktober 2020, UU No. 10. Tahun 2020 tentang bea meterai telah ditetapkan dan diundangkan. Dengan diberlakukannya UU No. 10. Tahun 2020, Meterai Rp. 10.000 akan mulai berlaku mulai dari tgl 01 Januari 2021. Selain itu, pemerintah juga menyesuaikan dokumen yang dikenakan meterai, yakni dari Rp 250.000 dan Rp. 1000.000 menjadi minimal transaksi Rp. 5.000.000

Namun, dengan diberlakukannya meterai Rp. 10.000, bukan berarti meterai Rp. 3.000 dan Rp. 6.000 edisi 2014 tidak bisa dipakai.

Per 1 Januari 2021, penggunaan meterai edisi 2014 yang masih tersisa, masih dapat digunakan sampai dengan 31 Dsember 2021. Meterai yang digunakan untuk melakukan pembayaran Bea Meterai, dapat digunakan dengan nilai total Meterai minimal Rp. 9.000.

Dokumen yang dikenakan Bea Meterai UU No. 10 Tahun 2020

  • Surat perjanjian, surat keterangan / pernyataan, atau surat lainnya sejenis, beserta rangkapnya.
  • Akta notaris beserta grosse, salinan dan kutipannya.
  • Akta pejabat pembuat akta tanah beserta salinan dan kutipannya
  • Surat berharga dengan nama dan dalam bentuk apapun.
  • Dokumen transaksi surat berharga, termasuk dokumen transaksi kontrak berjangka, dengan nama dan dalam bentuk apapun.
  • Dokumen lelang yang berupa kutipan risalah lelang, minuta risalah lelang, salinan risalah lelang, dan grosse risalah lelang.
  • Batasan transaksi yang terkena meterai berubah dari Rp. 250.000 dan Rp. 1.000.0000 menjadi minimal transaksi Rp. 5.000.000

website: www.mypajak.id

ig: mypajak

youtube: mypajak

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *